.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tempat : PURI AVIA RESORT
Liputan6.com, Purwokerto: Jelang Ujian Nasional untuk SMA dan setingkatnya, 22-26 Maret nanti, tak sedikit siswa diliputi kecemasan. Mereka khawatir tak lulus. Merespons kondisi ini Badan Eksekutif Mahasiswa di Purwokerto, Jawa Tengah mendirikan posko pengaduan bagi korban UN. Namanya "Posko Korban UN".
Posko yang berdiri sejak Sabtu (20/3), ini sebagai bentuk keprihatinan karena pelaksanaan UN menakutkan siswa. Posko berfungsi menampung segala persoalan bagi peserta ujian selama mengikuti UN. Mulai dari adanya kecurangan atau tidak pusa dengan kinerja panitia UN. Posko ini juga menampung keluhan dari orangtua siswa seputar pelaksanaan UN.
Semua keluhan akan ditindaklanjuti anggota posko dalam bentuk advokasi. Sudah disiapkan tim independen yang nantinya akan mengawasi pelaksaan UN di beberapa sekolah.
Para siswa cemas terhadap standar kelulusan UN yakni 5,50. Penghitungan ini untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai minimal 4,00 paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 mata pelajaran lainnya [baca: Nilai Kelulusan Ujian Nasional Minimal 5,50].(AIS)
SUMBER:
http://berita.liputan6.com/daerah/201003/268762/Posko.Korban.UN.Siap.Tampung.Keluhan
Kartu nama mungkin sudah menjadi sebuah kebutuhan baru bagi seorang blogger saat ini. Selain untuk menunjukkan identitas pribadi pemiliknya, kartu nama dapat menjadi media baru seorang blogger untuk narsis (who doesn’t?). Nah selama bertemu dengan banyak blogger dari berbagai latar belakang, saya menemui disain khas kartu nama masing-masing yang secara tidak langsung menggambarkan karakter blogger tersebut.
Based on gambar di atas, ada blogger yang masih menggunakan kartu nama profesi, kartu nama komunitas, atau kartu nama blogger. Yang terakhir ini nampaknya mantap sebagai seorang blogger.
Sumber : Mas Dodi Mulyana Blogger Bekasi (dengan sedikit perubahan)
http://bloggerbekasi.com/2010/02/22/kartu-nama-blogger.html
Tapak tilas adalah suatu istilah yang digunakan untuk mencirikan bahwa orang/lembaga/organisasi pernah berjalan menapaki suatu daerah atau lokasi.
Disini saya mengangkat tapak tilas presiden Republik Indonesia yang pertama yaitu Ir. Soekarno (clik aja itu link menuju biografi Ir. Soekarno) yang pernah melewati daerah di Kampung Pak Tobor Dusun 3 Rt.019 Rw07 Desa Karang Sari Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi.
awalnya sih saya jalan- jalan bersama Endang Sudirman dan Bayu Sugara. tapi gak tahunya berdasarkan cerita masyarakat setempat bahwa dulu pernah lewat Ir. Soekarno dan Balatentara dari Karawang menuju Bekasi melewati jalan kampung tersebut.
(Diterjemahkan dari buletin berjudul 75 Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim Riyadl-KSA oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)
sumber :
http://forantum.blogspot.com
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.
Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 itulah bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional.
Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).
Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.
Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.
Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.
Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K’ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw’enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun’lun (Parnikel, 1977:91), K’un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sanskerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua franca) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.
Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.
Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.
Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.
Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).
Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia.
Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sumber :
http://balaibahasabandung.web.id/bdg/index.php?option=com_content&task=view&id=44&Itemid=39
ASEAN adalah kepanjangan dari Association of South East Asia Nations. ASEAN disebut juga sebagai Perbara yang merupakan singkatan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Gedung sekretarian ASEAN berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN diprakarsai oleh 5 menteri luar negeri dari wilayah Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura :
1. Perwakilan Indonesia : Adam Malik
2. Perwakilan Malaysia : Tun Abdul Razak
3. Perwakilan Thailand : Thanat Koman
4. Perwakilan Filipina : Narcisco Ramos
5. Perwakilan Singapura : S. Rajaratnam
Sedangkan terdapat negara-negara lain yang bergabung kemudian ke dalam ASEAN sehingga total menjadi 11 negara, yaitu :
1. Brunei Darussalam tangal 7 Januari 1984
2. Vietnam tangal 28 Juli 1995
3. Myanmar tangal 23 Juli 1997
4. Laos tangal 23 Juli 1997
5. Kamboja tangal 16 Desember 1998
6. Timor Leste
http://organisasi.org/asean_dan_sejarahnya
https://twb.nz/haripahlawansman1ciktim