Rabu, 02 September 2020

STRUKTUR PEMUDA LEUWISISIR BERSATU 2020

 

STRUKTUR ORGANISASI

GABUNGAN REMAJA LEUWISISIR

 

 

KETUA                                   : ANDRI

WAKIL                                   : BOVIN

 

BENDAHARA                        : AYUB

                                                  MUNIR

SEKRETARIS                         : FAZAR

 

SEKSI OLAHRAGA               : KETUA         : SOAN. S

                                                   WAKIL        : KOJEK

                                                   ANGGOTA : 1. KARDI

                                                                          2. DIMAN

                                                                          3. JALI

 

SEKSI HUMAS                      : KETUA         : AHMAD

                                                   WAKIL        : INDRA

                                                   ANGGOTA : 1. IHSAN

                                                                          2. HARIS

                                                                          3.WARSAN

 

SEKSI SOSIAL                       : KETUA         : MINTRA

                                                   WAKIL        : SOBEG

                                                   ANGGOTA : 1. AEF

                                                                          2. SADIH

                                                                          3. HASAN

 

SEKSI AGAMA                     : KETUA         : A. ASEP

                                                   WAKIL        : SANDI

                                                   ANGGOTA : 1. RATNA

                                                                          2. MITA

                                                                          3. INDRI

                                                                         

 

SEKSI KONSUMSI               : KETUA         : IPAH

                                                   WAKIL        : DILAH

                                                   ANGGOTA : 1. ULFAH

                                                                          2. MELA

                                                                          3. SUSI

                                                                          4. RENI

 

SEKSI KEAMANAN              : KETUA         : GOBER

                                                   WAKIL        : MULAJI

                                                   ANGGOTA : 1. ROBI

                                                                          2. BURHAN

                                                                          3. PONGYAN

 

 

Senin, 10 Agustus 2020

Kiat menghapus sifat kikir/Pelit

 Kiat menghapuskan sifat kikir.


Barang kali anda pernah berkata atau berpikiran: andai aku kaya aku akan bersedekah ini dan itu. Adapun saat ini karena masih pas-pasan maka tidak usah bersedekah.


Sobat, mengandai-andai memang mudah, namun aplikasinya sering kali berat. Seribu satu alasan bisa saja anda utarakan untuk bisa menunda atau menyelisihi ucapan anda sendiri. Misalnya dengan berkata: belum bangun rumah, rumah masih kecil, belum beli kendaraan, mengembangkan usaha, dan seterusnya.


Bukan hanya memiliki satu perusahaan saja, bahkan andaipun dunia beserta isinya telah menjadi milik anda sifat kikir semacam ini terus melekat pada diri anda.


قُل لَّوْ أَنتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَّأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنفَاقِ وَكَانَ الْإِنسَانُ قَتُورًا

Katakan wahai Muhammad: andai kalian menguasai perbendaharaan Tuhanku, niscaya kalian menahan kekayaan itu, karena kalian takut untuk menginfakkannya. Dan memanglah manusia itu sangat kikir ( al Isra' 100)


Tidak perlu heran sobat, itulah karakter dasar setiap manusia, hanya iman yang kokoh yang dapat mengalahkan karakter buruk ini.


Iman anda kepada kehidupan akhirat, surga dan neraka yang kuasa mengikis sifat kikir samacam ini.

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kalian tidaklah dapat mencapai derajat kebajikan hingga kalian menginfakkan/membelanjakan harta yang kalian cintai. Dan apapun yang engkau infakkan maka sejatinya Allah mengetahuinya. ( Ali Imran 92)


By: Ust. Dr Muhammad Arifin Badri

Muslim.or.id

Membedah bid'ah

 Menyantuni Anak Yatim di Hari Asyura dan Ritual Syi'ah


Pertanyaan :


Saat ini banyak tersebar keyakinan di masyarakat tentang anjuran menyantuni anak yatim di hariasyura. Apakah benar demikian ?? Adakah dalil tentang hal ini ??



Jawaban :


Ada dua kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam yang lurus banyak memiliki kepentingan terkait hari Asyura :


Pertama, kelompok Syiah. Mereka menjadikan hari Asyura sebagai hari berkabung dan belasungkawa, mengenang kematian sahabat Husein. Mereka lampiaskan kesedihan di hari itu dengan memukul-mukul dan melukai badan sendiri.


Kedua, rival dari kelompok Syiah, merekalah An-Nashibah, kelompok yang sangat membenci ahli bait Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Merekalah orang Khawarij dan kelompok menyimpang dari Bani Umayah, yang memberontak pada pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, memproklamirkan menjadi musuh Syiah Rafidhah. Mereka memiliki prinsip mengambil sikap yang bertolak belakang dengan Syiah.


Syaikhul Islam Ibnu taimiyah mengatakan, “Dulu di Kufah terdapat kelompok Syiah, yang mengkultuskan Husein. Pemimpin mereka adalah Al-Mukhtar bin Ubaid Ats-Tsaqafi Al-Kadzab (Sang pendusta). Ada juga kelompok An-Nashibah (penentang), yang membenci Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Salah satu pemuka kelompok An-nashibah adalah Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Dan terdapat hadis yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda :


سيكون في ثقيف كذاب ومبير


"Akan ada seorang pendusta dan seorang perusak dari Bani Tsaqif"(HR. Muslim)


Si pendusta adalah Al-Mukhtar bin Ubaid –gembong syiah– sedangkan si perusak adalah Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi.


Orang Syiah menampakkan kesedihan di hari Asyura, sementara orang Khawarij menampakkan kegembiraan. Bid’ah gembira berasal dari manusia pengekor kebatilan karena benci Husein radhiallahu’anhu, sementara bid’ah kesedihan berasal dari pengekor kebatilan karena yang mengklaim cinta Husein. Dan semuanya adalah bid’ah yang sesat. Tidak ada satu pun ulama besar empat madzhab yang menganjurkan untuk mengikuti salah satunya. Demikian pula tidak ada dalil syar’i yang menganjurkan melakukan hal tersebut.



[Minhaj As-Sunnah An-Nabawiyah, 4:555]



Di beberapa negara Islam, keyakinan semacam ini sempat tersebar. Sebagian kalangan menganjurkan agar kaum muslimin banyak menyantuni anak yatim ketika hari Asyura. Dalam rangka menyenangkan anak-anak, sebagaimana ketika hari raya. Bisa jadi, anggapan ini merupakan cipratan dari prinsip Khawarij dan sebagian kalangan Bani Umayah seperti di atas.


Dan demikianlah kebiasaan ahli bid'ah. Mereka memiliki prinsip ekstrim kanan atau ekstrim kiri. Orang Syiah menjadikan hari Asyura sebagai hari berkabung sedunia. Meratapi kematian Husein, menurut anggapan mereka itu adalah kebaikan. Di sisi yang berlawanan, orang Khawarij dan kelompok menyimpang di kalangan Bani Umayah justru menjadikan hari tersebut sebagai hari kebahagiaan, sebagaimana layaknya hari raya. Karena mereka berprinsip untuk tampil'beda'dengan rivalnya Syiah.


Allahu a’lam


Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)


[Taken from : www.KonsultasiSyariah.com]



"""""""""""""""""""""""


Jika ritual syi'ah yang berkabung di hari Asyuro jelas-jelas bathil dan harus kita ingkari, lantas bagaimana menyantuni anak yatim di hari Asyuro ??? Bahkan diantara masyarakat kita juga menyebut momen ini sebagai hari raya-nya anak yatim. Adakah dalilnya mengenai hal ini ???


Memang terdapat sebuah hadits dalam kitab Tanbihul Ghafilin :


"Siapa yang mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyuro’ (tanggal 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat."



Hadis ini menjadi motivator utama masyarakat untuk menyantuni anak yatim di hari Asyura. Sehingga banyak tersebar di masyarakat anjuran untuk menyantuni anak yatim di hari Asyura. Bahkan sampai menjadikan hari Asyura ini sebagai hari istimewa untuk anak yatim.


Namun sayangnya, ternyata hadis di atas statusnya adalah hadis palsu. Dalam jalur sanad hadis ini terdapat seorang perawi yang bernama : Habib bin Abi Habib, Abu Muhammad. Para ulama hadis menyatakan bahwa perawi ini matruk (ditinggalkan)


Untuk lebih jelasnya, berikut komentar para ulama kibar dalam hadis tentang Habib bin Abi Habib :


a. Imam Ahmad : Habib bin Abi Habib pernah berdusta


b. Ibnu Ady mengatakan : Habib pernah memalsukan hadis (al-Maudhu’at, 2/203)


c. Adz Dzahabi mengatakan : “Tertuduh berdusta.” (Talkhis Kitab al-Maudhu’at, 207).


Karena itu, para ulama menyimpulkan bahwa hadis ini adalah hadis palsu.


Abu Hatim mengatakan : “Ini adalah hadis batil, tidak ada asalnya.” (al-Maudhu’at, 2/203)


Namun harus kita garisbawahi :


Keterangan di atas sama sekali bukan karena mengaingkari keutamaan menyantuni anak yatim. Bukan karena melarang anda untuk bersikap baik kepada anak yatim. Sama sekali bukan.


Tidak kita pungkiri bahwa menyantuni anak yatim adalah satu amal yang mulia. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan dalam sebuah hadis :


أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ كَهَاتَيْنِ فِى الْجَنَّةِ , وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى , وَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا قَلِيلاً


“Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim seperti dua jari ini ketika di surga.” Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau memisahkannya sedikit.”(HR. Bukhari no. 5304)


Dalam hadis shahih ini, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menyebutkan keutamaan menyantuni anak yatim secara umum, tanpa beliau sebutkan waktu khusus. Artinya, keutamaan menyantuni anak yatim berlaku kapan saja. Sementara kita tidak boleh meyakini adanya waktu khusus untuk ibadah tertentu tanpa dalil yang shahih.


Dalam masalah ini, terdapat satu kaidah terkait masalah ‘batasan tata cara ibadah’ yang penting untuk kita ketahui :


كل عبادة مطلقة ثبتت في الشرع بدليل عام ؛ فإن تقييد إطلاق هذه العبادة بزمان أو مكان معين أو نحوهما بحيث يوهم هذا التقييد أنه مقصود شرعًا من غير أن يدلّ الدليل العام على هذا التقييد فهو بدعة


“Semua bentuk ibadah yang sifatnya mutlak dan terdapat dalam syariat berdasarkan dalil umum, maka membatasi setiap ibadah yang sifatnya mutlak ini dengan waktu, tempat, atau batasan tertentu lainnya, dimana akan muncul sangkaan bahwa batasan ini merupakan bagian ajaran syariat, sementara dalil umum tidak menunjukkan hal ini maka batasan ini termasuk bentuk bid’ah.” [Qowa’id Ma’rifatil Bida’,hal. 52]


Karena pahala dan keutamaan amal adalah rahasia Allah, yang hanya mungkin kita ketahui berdasarkan dalil yang shahih.


Allahu a’lam.


Disunting dari tulisan Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)


[Artikel www.KonsultasiSyariah.com]



"""""""""""""""""""



Tambahan dari admin :


Hampir bisa dipastikan nantinya akan ada yang pura-pura kebingungan kemudian berceletuk :


"Nah lhooo, Wahabi melarang menyantuni anak yatim !!"


Walau syubhat ini sangatlah lemah, tapi tetap harus kita luruskan :


Tidak ada yang melarang untuk menyantuni anak yatim, bahkan hal ini sangatlah dianjurkan sebagaimana telah kita jelaskan. Maka silahkan menyantuni anak yatim sebanyak dan sesering yang anda mau dan anda mampu.


Tapi, jika kemudian waktunya dikhususkan, apalagi hanya bersandar pada hadits palsu, kemudian dalam pengkhususan waktu tsb diyakini terdapat keutamaan2 tertentu, maka inilah yang akan jadi masalah.


Semoga Allaah beri kapahaman.

Miskin dan kaya

 "Ada seorang gadis menyewa rumah bersebelahan dengan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak. Satu malam tiba-tiba mati lampu, dgn bantuan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-tiba ada yg mengetuk pintu.. Ternyata anak miskin yang disebelah rumahnya. Anak itu bertanya dengan risau : "Kakak, ada lilin tidak?"


Gadis itu berfikir : JANGAN PINJAMKAN nanti jadi satu kebiasaan, maka si gadis menjawab : "TIDAK ADA!!"


Lalu si anak miskin berkata riang: "Saya sudah duga kakak tidak ada lilin, Ini ada 2 lilin saya bawakan untuk kakak. Kami bimbang karena kakak tinggal sendirian dan tidak ada lilin."


Si gadis merasa bersalah, dalam linangan airmata, dia memeluk anak kecil itu erat-erat.


Pesan cerita ini : Jangan menilai keburukan oranglain hanya karena mereka MISKIN / TIDAK MAMPU. Ingat! kekayaan tidak bergantung seberapa banyak kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI kepada mereka yang TIDAK MAMPU.


"Miskin bukan berarti tidak PUNYA APA-APA dan KAYA bukan berarti punya SEGALANYA"

Dimana masa depan

 - Dimana Masa Depan? -


Aku belajar di SD demi untuk masa depan

Kemudian mereka mengatakan kepadaku: Belajarlah di SMP demi untuk masa depan

Kemudian mereka mengatakan kepadaku: Belajarlah di SMA demi untuk masa depan

Kemudian mereka mengatakan kepadaku: Belajarlah di universitas untuk meraih S1 demi untuk masa depan

Kemudian mereka mengatakan kepadaku: Bekerjalah demi untuk masa depan

Kemudian mereka mengatakan kepadaku: Menikahlah demi untuk masa depan

Kemudian mereka mengatakan kepadaku: Punyalah anak demi untuk masa depan


Inilah aku, menuliskan perkataan ini sedang usiaku sudah 77 tahun, dan aku masih saja menanti masa depan itu.


Masa depan itu tidaklah melainkan hanya secarik kain merah yang ditaruh di atas kepala seekor banteng. Diberikan untuknya namun ia tidak pernah sampai kepadanya.


Karena masa depan jika engkau telah sampai kepadanya, ia akan berubah menjadi masa sekarang. Dan masa sekarang akan berubah menjadi masa lalu, dan engkau kembali akan menunggu masa depan.


Masa depan yang hakiki adalah jika engkau diridhai oleh Allah, selamat dari sengatan api neraka, dan engkau masuk ke dalam syurga-Nya.


: Syaikh Ali Ath Tanthawiy

Perceraian, Berawal dari Keinginan Berwirausaha (Sebuah Sudut Kehidupan)

 

Kemarin ada postingan tentang kisah seorang ikhwan yang sangat ingin berbisnis, dan akhirnya ambil keputusan keluar dari pekerjaan mapan di sebuah perusahaan. Kemudian ia merintis usaha dan seterusnya. Karena kaget dengan iklim usaha atau belum bisa adaptasi dengan beratnya merintis usaha baru, ikhwan ini terpuruk dan banyak hutang, anaknya mulai besar, lalu istrinya yang hamil lagi tidak kuat, dan seterusnya… Finalnya, terjadilah perceraian.


Kisah tragis ini jadi bahan obrolan saya dengan istri saat ngopi di pagi hari, kemarin, ketika sebelumnya istri saya menceritakan postingan temannya di FB. Kebetulan kami punya kondisi serupa dengan cerita di atas, tapi tak sama.


Ada beberapa catatan kami tentang ini.


1. Jangan mudah menjadi ‘korban’ para motivator bisnis.


Mungkin ikhwan dalam cerita ini sangat tersugesti dengan motivasi yang bombastis. Adalah sudah mafhum bagi kebanyakan dari kita, para motivator tersebut kebanyakan memberikan harapan-harapan hiperbolik dengan bercerita tentang kesuksesan-kesuksesan para pelaku bisnis secara berlebihan. Berikut contohnya:


- 5 tahun yang lalu berani meninggalkan posisi manajer di sebuah perusahaan, kemudian membuka usaha sendiri, kini sudah punya lebih dari 100 karyawan.


- Berawal dari dorong gerobak, hanya dalam tempo 2-3 tahun bisa punya 5 cabang dengan omset milyaran rupiah.


- Dan lain sebagainya semacamnya…


Saya tidak menafikan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi, meskipun dalam keterangan ceritanya dilebih-lebihkan dan beberapa sisi disembunyikan.


Motivasi seperti di atas memang sangat mudah menusuk dalam emosi siapa saja yang punya hasrat berwirausaha. Itu adalah bagian dari metode ‘storytelling’, yaitu memasarkan konsep/opini/wacana dengan cerita yang sarat muatan emosional yang membuat obyek bisa masuk dalam alur emosi cerita. Alhasil, banyak orang yang berhasil ‘dicocok hidungnya’ oleh penjual konsep/motivasi sehingga mengikuti seperti yang diinginkan oleh motivator.


Kesimpulannya, jangan hanya menelan manisnya, tapi pahitnya juga kunyah dulu sampai lembut.


2. Motivasi bisnis yang didominasi oleh semangat menjadi bos dan tidak mau diatur orang lain.


Ini juga cukup menjadi tren dalam dunia entrepreneur saat ini. Ini motivasi yang sangat bermasalah. Kenapa? Ya, karena ini sekaligus bisa motivasi orang untuk jadi arogan. Di lapangan, tidak jarang saya bertemu dengan orang-orang yang sangat menghargai status ‘pengusaha’ atau ‘owner’ atau semacamnya, tetapi memandang rendah status ‘pegawai’ atau ‘karyawan’. Mereka rata-rata adalah para penggemar virus entrepreneur. Sehingga kita akan sering dengar dari orang yang hobi ngomong entrepreneur sebuah ungkapan: “Lebih baik jadi bos di usaha sendiri meskipun kecil daripada ikut orang lain meskipun perusahaan besar.”


Beberapa waktu lalu ketika jualan, saya dikomentari anak muda: “Wah, enak ya mas bisa usaha sendiri, tidak lagi diperintah bos.” Lalu saya jawab: “Maaf dik, kalau boleh memilih ya, saya mungkin masih lebih memilih jaga tokonya seorang ulama yang hanif dan diperintah-perintah sama beliau, daripada punya beberapa toko sendiri.”


Kesimpulan di poin ini: menginginkan dan berlatih percaya diri, tetapi metode yang digunakan adalah metode kesombongan.


Ada ungkapan: “Usaha bisa tetap jalan, kita bisa jalan-jalan.”


Coba, kita cermati ungkapan di atas. Ini adalah motivasi untuk bisa jadi orang kaya, pemilik usaha, pensiun muda, punya passive income (uang mengalir terus tanpa kita bekerja), berfoya-foya, bermalas-malasan, jika ingin sesuatu tinggal memerintah anak buah, dan seterusnya. Suatu motivasi yang jauh dari sifat seorang muslim.


3. Motivasi bisnis umumnya lebih mengarah kepada cinta dunia.


Ya, memang demikian kenyataan di lapangan. Mereka yang terjangkit virus entrepreneur ini umumnya karena ingin menjadi orang kaya, ingin menjadi bos (suka memerintah daripada diperintah), ingin bermalas-malasan, ingin bebas dari aturan, ingin pensiun muda, dan sebagainya.


Mungkin mereka juga dimotivasi untuk rajin memberi rajin sedekah, banyak membuka lowongan pekerjaan, dan memberi manfaat bagi banyak orang. Tapi jika kita ‘menyalakan’ hati dan kejujuran kita, maka kita akan merasakan bahwa motivasi tersebut ujung-ujungnya tetap mengarah kepada cinta dunia dan mengumpulkan kekayaan. Kenyataannya, tidak sedikit mereka yang bersedekah kecuali berharap supaya cepat kaya.


4. Motivasi berwirausaha selain karena Allah adalah sia-sia.


Ini poin finalnya. Ketika seseorang merasa kesulitan untuk menjalan ibadah karena aturan di perusahaannya kurang mendukung, lalu ia keluar dari pekerjaannya tersebut. Atau ada yang keluar dari perusahaan karena disitu banyak kemaksiatan yang ia merasa kuatir tidak bisa istiqomah menjaga agamanya. Atau ada yang mengundurkan diri karena ia tidak mau berurusan dengan transaksi riba yang harus ia jalankan karena itu merupakan tugas pada posisinya. Atau karena-karena yang lain yang isinya adalah demi menjaga agamanya. Kemudian ia memilih jalan wirausaha, karena dengan berwirausaha maka ia akan lebih mudah mengendalikan pekerjaannya sendiri, mengatur waktunya sendiri, lebih optimal mendidik keluarganya, dan lebih bisa berlatih sabar dan tawakal. Maka yang demikian ini adalah jauh lebih baik daripada semua pengusaha sesukses apapun tetapi orientasinya hanya berhenti pada mengejar gelar ‘pengusaha’, cinta kekayaan, dan cinta dunia.


Tambahan, sedikit nasehat buat para istri:


Seorang suami dilebihkan haknya oleh Allah bukan karena jumlah rupiah yang diberikannya, tetapi karena TANGGUNG JAWABNYA menafkahi keluarganya.


============


(Ditulis oleh seorang yang lemah yang sedang membangun keromantisan dalam keterbatasan)


Oleh: Hudiya S Hakim



Sumber: http://pengusahamuslim.com/perceraian-berawal-dari-keinginan-berwirausaha-1867

Minggu, 09 Agustus 2020

Seni mendidik

 *Seni mendidik*


Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan.


Salah seorang di antaranya melihat guru SD nya.


Murid itu menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata: "Masih ingat saya kan pak guru?”


Gurunya menjawab: “tidak”


Murid itu bertanya keheranan "masa sih pak guru tidak ingat saya"

Saya kan... murid yang mencuri jam tangan salah seorang teman di kelas.


Dan ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, panjenengan menyuruh kami semua untuk berdiri karena akan dilakukan penggeledahan di saku para murid.


Saya berfikir bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepadaku "pencuri" dan diriku pasti akan hancur, selama lamanya.


Dulu anda menyuruh kami berdiri menghadap tembok dan menutup mata kami semua.


Lalu anda menggeledah kantong kami, dan ketika tiba giliran saya, panjenengan ambil jam tangan itu dari kantong saya, dan anda lanjutkan penggeledahan sampai murid terakhir.


Setelah selesai anda suruh kami membuka penutup mata, dan kembali ke tempat duduk.


Saat itu saya takut panjenengan akan mempermalukan saya di depan murid murid yang mereka adalah teman teman saya.


Panjenengan tunjukkan jam tangan itu lalu anda berikan kepada pemiliknya, tanpa menyebutkan siapa yang mencurinya.


Selama saya belajar di sekolah itu, anda tidak pernah bicara tentang kasus jam tangan itu, dan tidak ada seorangpun guru maupun murid yang bicara tentang pencurian jam tangan itu.


Anda masih ingat saya pak?


Bagaimana bisa anda tidak mengingatku wahai guruku.


Saya adalah muridmu dan ceritaku adalah cerita pedih yang tak akan terlupakan.


Saya sangat mengagumimu, sejak itu saya berubah menjadi orang yang baik dan benar, Saya  mencontoh semua perbuatanmu.


Guru itu menjawab :

"Sungguh saya tidak mengingatmu, karena pada saat menggeledah itu sengaja aku menutup mata pula agar tidak mengenalmu.

Karena Saya tidak mau merasa kecewa atas perbuatan salah satu muridku, Saya sangat mencintai mereka"


Pendidikan memerlukan seni dalam menutup segala keburukan.

Jangan mempermalukan seseorang, karena akan dapat menghancurkan hidupnya dan tambah terperosok lebih dalam.


Memaafkan, Mengampuni, adalah sesuatu kebijakan yg mulia. 


*"Orang yang mempermalukan orang lain adalah orang yang hanya bisa mencela atau menyalahkan, sedangkan orang yang bermartabat dan terhormat adalah orang yang mau memperbaiki kesalahan orang lain"*


Copas dr fb

Sarofi purwo dr grup Peduli Pendidikan

Karya Spanduk dan Twibbon Pakai Coreldraw dalam rangka Hari Pahlawan Tahun 2021

https://twb.nz/haripahlawansman1ciktim