Senin, 24 April 2017

LOMBA VIDEO/FILM DOKUMENTER KEGIATAN SIMULASI/LATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA

Film Pendek merupakan gambaran secara audio visual yang menampilkan simulasi kesiapsiagaan bencana yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia tepat pada tanggal 26 April 2017 dan diikuti berbagai pihak dalam penanggulangan bencana. Film pendek kesiapsiagaan bencana ini, berisikan proses simulasi/latihan kesiapsiagaan dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Sehingga karya film pendek tersebut mampu menggambarkan kesiapsigaan masyarakat dalam mengahadapi bencana serta mendukung acara Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
Tema
Film pendek bertemakan :
“Membangun Kesadaran dan Kewaspadaan Dalam Menghadapi Bencana”
Waktu Pelaksanaan/Tanggal Penting
Pembukaan registrasi      : 3 April 2017
Pengumpulan karya        : 8-17 Mei 2017
Batas akhir pengiriman    : 26 Mei 2017
Pengumuman pemenang      : 17 Agustus 2017
Syarat dan ketentuan Umum:
  1. Tema dalam ruang lingkup kesiapsiagaan bencana di Indonesia
  2. Terbuka untuk umum dan bebas biaya pendaftaran
  3. Lomba ini tertutup untuk keluarga besar BNPB dan pihak panitia yang terlibat
  4. Karya tidak mengandung merek dagang, logo, ciptaan yang dilindungi hak cipta, atau Hak Kekayaan Intelektual dalam bentuk apapun milik pihak lain;
  5. Peserta dianggap gugur bila diketahui melanggar persyaratan dan kecurangan seperti: Plagiat, mencuri hak cipta, dan hal lainnya yang dianggap merugiakan pihak lainnya.
  6. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang berupa karya asli yang sepenuhnya dihasilkan dan dimiliki oleh Peserta sendiri, dan bukan merupakan hasil peniruan, penjiplakan, perbanyakan, plagiat, dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual atas karya milik pihak lain; di mana panitia tidak dapat dikenai pertanggung jawaban dalam bentuk apapun dalam hal timbul klaim atau tuntutan dari pihak manapun;
  7. Peserta sepakat bahwa segala bentuk plagiat dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual terkait dengan karya yang diikut-sertakan dalam Lomba ini akan menimbulkan konsekuensi baik perdata maupun pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  8. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang belum pernah diikut-sertakan dalam kompetisi, sayembara dan/atau perlombaan apapun, baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  9. Peserta sepakat bahwa selama berlangsungnya Lomba sampai dengan ditetapkannya Pemenang Lomba, karya film yang diikut-sertakan tidak akan diumumkan dalam bentuk apapun dan/atau melalui media apapun kecuali atas perintah dan/atau persetujuan tertulis dari panitia, serta tidak akan diikut-sertakan dalam sayembara dan/atau perlombaan lain yang serupa baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  10. BNPB adalah pemegang Hak Cipta dan segala bentuk Hak Kekayaan Intelektual lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang mungkin terdapat dalam karya desain yang ditetapkan sebagai Pemenang, di mana kreator dari karya yang dimaksud tetap memiliki hak untuk diakui sebagai pihak yang menciptakan karya tersebut;
  11. BNPB memiliki hak penuh yang tidak dapat diganggu-gugat dan tidak memiliki batasan baik waktu maupun wilayah, untuk mengumumkan, memperbanyak, dan/atau mempergunakan (termasuk namun tidak terbatas mengedit dan memodifikasi) karya pemenang untuk segala kepentingan
  12. BNPB berhak sepenuhnya menggunakan karya yang masuk ke panitia untuk keperluan publikasi dan promosi pihak penyelenggara
  13. Keputusan panitia dan dewan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada surat menyurat.
  14. Dengan mengikuti kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan setuju dengan syarat dan ketentuan dan terikat oleh syarat dan ketentuan tersebut.
Ketentuan Hasil Karya
  1. Karya yang dikirimkan tidak mengandung SARA dan unsur pornografi
  2. Film pendek wajib dilengkapi dengan penjelasan tentang sinopsis cerita yang disampaikan dalam format .doc atau .docx atau PDF.
  3. Durasi masksimal 30 menit/film dengan format AVI atau MOV, ukuran minimal frame resolusi 720×576 px dan frame rate 25 fps.
  4. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia, jika menggunakan Bahasa asing atau daerah, wajib disertai subtitle Bahasa Indonesia.
  5. Memenuhi kriteria berikut:
    • Setiap film pendek wajib mencantumkan logo BNPB
    • Rekaman diambil pada saat pelaksanaan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional Tanggal 26 April 2017
    • Mengikuti persyaratan
Ketentuan Pengiriman Karya
  1. Melampirkan softcopy Film Pendek dalam bentuk DVD/ Flasdisk
  2. Melampirkan foto kopi/scan kartu pelajar dan atau KTP setiap peserta
  3. Isi formulir pendaftaran yang sudah disediakan (online) di web resmi HKBN dengan alamat siaga.bnpb.go.id
  4. Deskripsi singkat Film pendek yang diikutsertakan (beri keterangan judul Maskot, nama lengkap, pekerjaan, alamat, nomer telepon/HP, dan email di dalam formulir pendaftaran)
  5. Formulir Keikutsertaan, Surat Pernyataan Keaslian Karya, dan Surat Pelepasan Hak Intelektual dilampirkan bersama karya melalui e-mail
  6. Batas akhir penyerahan karya tanggal 26 Mei 2017 pada jam kerja.
  7. Pada amplop kiri atas, ditulis Lomba Film Pendek Simulasi/Latihan Kesiapsiagaan Bencana 2017
Format Pengiriman Karya
  1. Soft Copy
    Semua berkas dikirim dalam bentuk file .rar dengan memberikan nama file :
    Tanggal Pengiriman_Nama Peserta/ Nama Team_Judul Film Pendek
    Contoh : 14 Mei 2017_Tangguh Team_Simulasi Evakuasi Gedung
    File dikirim melalui email panitia lomba kesiapsiagaan bencana
    Email : hkbn.bnpb@gmail.com | hkbn@bnpb.go.id
    Dengan subject : Lomba Film Pendek Simulasi Kesiapsiagaan Bencana 2017
  2. Hard Copy
    Semua berkas dan hasil karya dikirim kepada :
    Panitia Pusat
    Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana
    Direktorat Kesiapsiagaan
    Graha BNPB, Lantai 14
    Jl. Pramuka kav 38
    Jakarta – 13120
Aturan Perlombaan
  1. Panitia akan memilih beberapa karya terbaik untuk masuk nominasi juara, nominasi akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 2017.
  2. Pemilihan karya terbaik akan dipilih berdasarkan penilaian dari tim juri.
  3. Dari nominasi juara akan dipilih Juara Utama.
  4. Untuk kategori juara utama dipilih berdasarkan hasil penilaian tim juri lomba.
Kriteria Penilaian
  1. Orisinalitas
  2. Kualitas audio dan visual
  3. Alur cerita
  4. Kesesuaian Tema
  5. Kreatifitas
LOMBA FOTO KEGIATAN SIMULASI/ LATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA
Foto merupakan foto yang menampilkan kegiatan simulasi/latihan kesiapsiagaan bencana yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia tepat pada tanggal 26 April 2017 yang diikuti berbagai pihak dalam penanggulangan bencana. Foto ini berisi gambaran kesiapsigaan masyarakat dalam mengahadapi bencana serta mendukung acara Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional
Tema
Foto bertemakan :
Mebangun Kesadaran , Kewaspadaan, dan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana
Waktu Pelaksanaan/Tanggal Penting
Pembukaan registrasi         : 3 April 2017
Pengumpulan karya            : 8 – 17 Mei 2017
Batas akhir pengiriman       : 26 Mei 2017
Pengumuman pemenang   : 17 Agustus 2017
Syarat dan ketentuan Umum:
  1. Tema dalam ruang lingkup kesiapsiagaan bencana di Indonesia
  2. Terbuka untuk umum dan bebas biaya pendaftaran
  3. Lomba ini tertutup untuk keluarga besar BNPB dan pihak panitia yang terlibat
  4. Karya tidak mengandung merek dagang, logo, ciptaan yang dilindungi hak cipta, atau Hak Kekayaan Intelektual dalam bentuk apapun milik pihak lain;
  5. Peserta dianggap gugur bila diketahui melanggar persyaratan dan kecurangan seperti: Plagiat, mencuri hak cipta, dan hal lainnya yang dianggap merugiakan pihak lainnya.
  6. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang berupa karya asli yang sepenuhnya dihasilkan dan dimiliki oleh Peserta sendiri, dan bukan merupakan hasil peniruan, penjiplakan, perbanyakan, plagiat, dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual atas karya milik pihak lain; di mana panitia tidak dapat dikenai pertanggung jawaban dalam bentuk apapun dalam hal timbul klaim atau tuntutan dari pihak manapun;
  7. Peserta sepakat bahwa segala bentuk plagiat dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual terkait dengan karya yang diikut-sertakan dalam Lomba ini akan menimbulkan konsekuensi baik perdata maupun pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  8. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang belum pernah diikut-sertakan dalam kompetisi, sayembara dan/atau perlombaan apapun, baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  9. Peserta sepakat bahwa selama berlangsungnya Lomba sampai dengan ditetapkannya Pemenang Lomba, karya desain yang diikut-sertakan tidak akan diumumkan dalam bentuk apapun dan/atau melalui media apapun kecuali atas perintah dan/atau persetujuan tertulis dari panitia, serta tidak akan diikut-sertakan dalam sayembara dan/atau perlombaan lain yang serupa baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  10. BNPB adalah pemegang Hak Cipta dan segala bentuk Hak Kekayaan Intelektual lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang mungkin terdapat dalam karya desain yang ditetapkan sebagai Pemenang, di mana kreator dari karya yang dimaksud tetap memiliki hak untuk diakui sebagai pihak yang menciptakan karya tersebut;
  11. BNPB memiliki hak penuh yang tidak dapat diganggu-gugat dan tidak memiliki batasan baik waktu maupun wilayah, untuk mengumumkan, memperbanyak, dan/atau mempergunakan (termasuk namun tidak terbatas mengedit dan memodifikasi) karya pemenang untuk segala kepentingan
  12. BNPB berhak sepenuhnya menggunakan karya yang masuk ke panitia untuk keperluan publikasi dan promosi pihak penyelenggara
  13. Keputusan panitia dan dewan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada surat menyurat.
  14. Dengan mengikuti kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan setuju dengan syarat dan ketentuan dan terikat oleh syarat dan ketentuan tersebut.
Ketentuan Hasil Karya
  1. Karya yang dikirimkan tidak mengandung SARA dan unsur pornografi dan pornoaksi.
  2. Melampirkan Softcopy Foto dalam DVD/Flasdisk dan cetakan Foto Ukuran 10R.
  3. Edit Foto hanya diberikan pada toleransi contrast, level, brightnees dan tidak diperkenakan memanipulasi foto.
  4. Foto wajib dilengkapi judul singkat kegiatan dalam foto dalam format .doc atau .docx atau PDF.
  5. Memenuhi kriteria berikut:
    • Sesuai dengan tema
    • Menarik
    • Originalitas
Layout dan Format Poster
  1. Ukuran poster A2
  2. Mencantumkan logo BNPB
  3. Teknik pembuatan dan gaya visualisasi bebas, orisinal, terdapat unsur kesiapsiagaan Bencana di dalamnya, poster dalam format CDR atau resolusi tinggi
Ketentuan Pengiriman Karya
  1. Melampirkan Melampirkan Softcopy Foto dalam DVD/Flasdisk dan cetakan Foto Ukuran 10R
  2. Melampirkan foto kopi/scan kartu pelajar dan atau KTP setiap peserta
  3. Isi formulir pendaftaran yang sudah disediakan (online) di web resmi HKBN dengan alamat http:// siaga.bnpb.go.id
  4. Diberi keterangan (judul Foto, nama lengkap, pekerjaan, alamat, nomer telepon/HP, dan email di dalam formulir pendaftaran)
  5. Formulir Keikutsertaan, Surat Pernyataan Keaslian Karya, dan Surat Pelepasan Hak Intelektual dilampirkan bersama karya melalui e-mail
  6. Batas akhir penyerahan karya tanggal 26 Mei 2017 pada jam kerja.
  7. Pada amplop kiri atas, ditulis Lomba Foto Simulasi/latihan Kesiapsiagaan Bencana 2017
Format Pengiriman Karya
  1. Soft Copy
    Semua berkas dikirim dalam bentuk file .rar dengan memberikan nama file :
    Tanggal Pengiriman_Nama Peserta/ Nama Team_Judul Foto
    Contoh : 14 Mei 2017_Tangguh Team_Simulasi Evakuasi Gedung
    File dikirim melalui email panitia lomba kesiapsiagaan bencana
    Email : bnpb.ks.ps@gmail.com
    Dengan subject : Lomba Foto Simulasi/latihan Kesiapsiagaan Bencana 2017
  2. Hard Copy
    Semua berkas dan hasil karya dikirim kepada :
    Panitia Pusat
    Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana
    Direktorat Kesiapsiagaan
    Graha BNPB, Lantai 14
    Jl. Pramuka kav 38
    Jakarta – 13120
Aturan Perlombaan
  1. Panitia akan memilih beberapa karya terbaik untuk masuk nominasi juara, nominasi akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 2017.
  2. Pemilihan karya terbaik akan dipilih berdasarkan penilaian dari tim juri.
  3. Dari nominasi juara akan dipilih Juara Utama.
  4. Untuk kategori juara utama dipilih berdasarkan hasil penilaian tim juri lomba.
Kriteria Penilaian
  1. Orisinalitas
  2. Kualitas audio dan visual
  3. Alur cerita
  4. Kesesuaian Tema
  5. Kreatifitas

LOMBA JINGLE KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA
Jingle merupakan lagu singkat yang berisi sajak bunyi atau musik yang pada umumnya digunakan untuk untuk menarik perhatian penonton. jingle sering kali digunakan sebagai alat pengingat bagi orang-orang terhadap nama atau slogan yang diulang-ulang. Biasanya diperuntukkan bagi produk/kegiatan yang baru dirilis, Agar mudah diingat jingle harus dibuat semenarik mungkin Misalnya musik yang mengiringi jingle sebaiknya disesuaikan dengan kegiatan yang diusung, selain iku musiknya juga harus enak didengar kemudian liriknya sederhana dan singkat saja tetapi menarik dan mudah diingat oleh masyarakat. Jingle yang dimaksud dalam lomba ini yaitu Jingle bertemakan Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Waktu Pelaksanaan/Tanggal Penting
Pembukaan registrasi      : 3 April 2017
Pengumpulan karya        : 8 – 17 Mei 2017
Batas akhir pengiriman    : 26 Mei 2017
Pengumuman pemenang      : 17 Agustus 2017
Syarat dan ketentuan Umum:
  1. Tema dalam ruang lingkup kesiapsiagaan bencana di Indonesia
  2. Terbuka untuk umum dan bebas biaya pendaftaran
  3. Lomba ini tertutup untuk keluarga besar BNPB dan pihak panitia yang terlibat
  4. Peserta dapat mengirimkan maksimal 2 (dua) jingle
  5. Karya tidak mengandung merek dagang, logo, ciptaan yang dilindungi hak cipta, atau Hak Kekayaan Intelektual dalam bentuk apapun milik pihak lain;
  6. Peserta dianggap gugur bila diketahui melanggar persyaratan dan kecurangan seperti: Plagiat, mencuri hak cipta, dan hal lainnya yang dianggap merugiakan pihak lainnya.
  7. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya yang berupa karya asli yang sepenuhnya dihasilkan dan dimiliki oleh Peserta sendiri, dan bukan merupakan hasil peniruan, penjiplakan, perbanyakan, plagiat, dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual atas karya milik pihak lain; di mana panitia tidak dapat dikenai pertanggung jawaban dalam bentuk apapun dalam hal timbul klaim atau tuntutan dari pihak manapun;
  8. Peserta sepakat bahwa segala bentuk plagiat dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual terkait dengan karya yang diikut-sertakan dalam Lomba ini akan menimbulkan konsekuensi baik perdata maupun pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  9. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya yang belum pernah diikut-sertakan dalam kompetisi, sayembara dan/atau perlombaan apapun, baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  10. Peserta sepakat bahwa selama berlangsungnya Lomba sampai dengan ditetapkannya Pemenang Lomba, karya yang diikut-sertakan tidak akan diumumkan dalam bentuk apapun dan/atau melalui media apapun kecuali atas perintah dan/atau persetujuan tertulis dari panitia, serta tidak akan diikut-sertakan dalam sayembara dan/atau perlombaan lain yang serupa baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  11. BNPB adalah pemegang Hak Cipta dan segala bentuk Hak Kekayaan Intelektual lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang mungkin terdapat dalam karya desain yang ditetapkan sebagai Pemenang, di mana kreator dari karya yang dimaksud tetap memiliki hak untuk diakui sebagai pihak yang menciptakan karya tersebut;
  12. BNPB memiliki hak penuh yang tidak dapat diganggu-gugat dan tidak memiliki batasan baik waktu maupun wilayah, untuk mengumumkan, memperbanyak, dan/atau mempergunakan (termasuk namun tidak terbatas mengedit dan memodifikasi) karya pemenang untuk segala kepentingan
  13. BNPB berhak sepenuhnya menggunakan karya yang masuk ke panitia untuk keperluan publikasi dan promosi pihak penyelenggara
  14. Keputusan panitia dan dewan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada surat menyurat.
  15. Dengan mengikuti kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan setuju dengan syarat dan ketentuan dan terikat oleh syarat dan ketentuan tersebut.
Ketentuan Hasil Karya
  1. Lirik yang dikirimkan tidak mengandung SARA dan unsur pornografi yang menyinggung pihak tertentu.
  2. Subtansi karya lomba menggambarkan Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana
  3. Bahasa yang digunakan harus komunikatif dengan bahasa persuasif atau ajakan
  4. Lirik yang digunakan dalam lomba jingle yaitu bahasa Indonesia
  5. Melodi,aransemen dan genre musik bertema bebas
  6. Tampilan Jingle menarik
  7. Durasi karya Jingle 1-2 Menit
  8. Memenuhi kriteria berikut:
    • Kesesuaian Jingle dengan tema/lirik
    • Ketajaman audio dan visual
    • Musikalitas
    • Enak didengar dan Mudah diingat
    • Unik dan menarik
    • Originalitas
    • Kesesuaian audio dan visual
    • Keatif, Komunikatif dan inovatif
    • Mengikuti persyaratan
Ketentuan Pengiriman Karya
  1. Melampirkan softcopy Jingle dalam bentuk DVD/ Flasdisk
  2. Melampirkan foto kopi/scan kartu pelajar dan atau KTP setiap peserta
  3. Isi formulir pendaftaran yang sudah disediakan (online) di web resmi HKBN dengan alamat http//: siaga.bnpb.go.id
  4. Deskripsi singkat Jingle yang diikutsertakan (beri keterangan judul Jingle, nama lengkap, pekerjaan, alamat, nomer telepon/HP, dan email di dalam formulir pendaftaran)
  5. Formulir Keikutsertaan, Surat Pernyataan Keaslian Karya, dan Surat Pelepasan Hak Intelektual dilampirkan bersama karya melalui e-mail
  6. Batas akhir penyerahan karya tanggal 26 Mei 2017 pada jam kerja.
  7. Pada amplop kiri atas, ditulis Lomba Jingke Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
Format Pengiriman Karya
  1. Soft Copy
    Semua berkas dikirim dalam bentuk file .rar dengan memberikan nama file :
    Tanggal Pengiriman_Nama Peserta_Nama Jingle
    Contoh : 14 Maret 2017_Tangguh Team_Siaga
    File dikirim melalui email panitia lomba kesiapsiagaan bencana
    Dengan subject : Lomba Jingle Kesiapsiagaan Bencana Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017
  2. Hard Copy
    Semua berkas dan hasil karya dikirim kepada :
    Panitia Pusat
    Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana
    Direktorat Kesiapsiagaan
    Graha BNPB, Lantai 14
    Jl. Pramuka kav 38
    Jakarta – 13120
Aturan Perlombaan
  1. Panitia akan memilih beberapa karya terbaik untuk masuk nominasi juara, nominasi akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 2017.
  2. Pemilihan karya terbaik akan dipilih berdasarkan penilaian dari tim juri.
  3. Dari nominasi juara akan dipilih 1 pemenang: Juara Utama
  4. Untuk kategori juara utama dipilih berdasarkan hasil penilaian tim juri lomba.

DESAIN POSTER
INFOGRAFIS KESIAPSIAGAAN BENCANA
POSTER INFOGRAFIS adalah penyajian sebuah informasi yang dibuat dengan konsep visual agar lebih mudah dipahami. Secara umum hasil akhir dari Infografis lebih didominasi bentuk visual dari pada informasi teks. Proses pembuatan infografis biasanya disebut Information Design, data-visualization, dan Information Architecture. Lomba ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pemuda Indonesia dalam menyalurkan idenya dalam bentuk grafis sehingga bisa meningkatkan ketertarikan dari orang yang membacanya.
Waktu Pelaksanaan/Tanggal Penting
Pembukaan registrasi      : 3 April 2017
Pengumpulan karya        : 8 – 17 Mei 2017
Batas akhir pengiriman    : 26 Mei 2017
Pengumuman pemenang      : 17 Agustus 2017
Syarat dan ketentuan Umum:
  1. Tema dalam ruang lingkup kesiapsiagaan bencana di Indonesia
  2. Terbuka untuk umum dan bebas biaya pendaftaran
  3. Lomba ini tertutup untuk keluarga besar BNPB dan pihak panitia yang terlibat
  4. Peserta dapat mengirimkan maksimal 2 (dua) desain Poster infografis
  5. Karya tidak mengandung merek dagang, logo, ciptaan yang dilindungi hak cipta, atau Hak Kekayaan Intelektual dalam bentuk apapun milik pihak lain;
  6. Peserta dianggap gugur bila diketahui melanggar persyaratan dan kecurangan seperti: Plagiat, mencuri hak cipta, dan hal lainnya yang dianggap merugiakan pihak lainnya.
  7. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang berupa karya asli yang sepenuhnya dihasilkan dan dimiliki oleh Peserta sendiri, dan bukan merupakan hasil peniruan, penjiplakan, perbanyakan, plagiat, dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual atas karya milik pihak lain; di mana panitia tidak dapat dikenai pertanggung jawaban dalam bentuk apapun dalam hal timbul klaim atau tuntutan dari pihak manapun;
  8. Peserta sepakat bahwa segala bentuk plagiat dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual terkait dengan karya yang diikut-sertakan dalam Lomba ini akan menimbulkan konsekuensi baik perdata maupun pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  9. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang belum pernah diikut-sertakan dalam kompetisi, sayembara dan/atau perlombaan apapun, baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  10. Peserta sepakat bahwa selama berlangsungnya Lomba sampai dengan ditetapkannya Pemenang Lomba, karya desain yang diikut-sertakan tidak akan diumumkan dalam bentuk apapun dan/atau melalui media apapun kecuali atas perintah dan/atau persetujuan tertulis dari panitia, serta tidak akan diikut-sertakan dalam sayembara dan/atau perlombaan lain yang serupa baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  11. BNPB adalah pemegang Hak Cipta dan segala bentuk Hak Kekayaan Intelektual lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang mungkin terdapat dalam karya desain yang ditetapkan sebagai Pemenang, di mana kreator dari karya yang dimaksud tetap memiliki hak untuk diakui sebagai pihak yang menciptakan karya tersebut;
  12. BNPB memiliki hak penuh yang tidak dapat diganggu-gugat dan tidak memiliki batasan baik waktu maupun wilayah, untuk mengumumkan, memperbanyak, dan/atau mempergunakan (termasuk namun tidak terbatas mengedit dan memodifikasi) karya pemenang untuk segala kepentingan
  13. BNPB berhak sepenuhnya menggunakan karya yang masuk ke panitia untuk keperluan publikasi dan promosi pihak penyelenggara
  14. Keputusan panitia dan dewan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada surat menyurat.
  15. Dengan mengikuti kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan setuju dengan syarat dan ketentuan dan terikat oleh syarat dan ketentuan tersebut.
Ketentuan Hasil Karya
  1. Tidak bersifat SARA
  2. Karya dalam bentuk desain grafis, bukan materi fotografi
  3. Bertemakan Kesiapsiagaan Bencana
  4. Memenuhi kriteria berikut:
    • Mudah dilihat
    • Menarik
    • Terstruktur
    • Berguna dan Informatif
    • Teliti
    • Mengikuti persyaratan
    • Sederhana
Layout dan Format Poster
  1. Ukuran poster A2
  2. Mencantumkan logo BNPB
  3. Teknik pembuatan dan gaya visualisasi bebas, orisinal, terdapat unsur kesiapsiagaan Bencana di dalamnya, poster dalam format CDR atau resolusi tinggi
Ketentuan Pengiriman Karya
  1. Desain Maskot di print berwarna dan di kirim dalam bentuk hardcopy ukuran A3
  2. Melampirkan softcopy Logo dalam bentuk DVD/ Flasdisk
  3. Melampirkan foto kopi/scan kartu pelajar dan atau KTP setiap peserta
  4. Isi formulir pendaftaran yang sudah disediakan (online)  di web resmi HKBN dengan alamat http://siaga.bnpb.go.id
  5. Deskripsi singkat poster yang diikutsertakan (beri keterangan judul poster, nama lengkap, pekerjaan, alamat, nomer telepon/HP, dan email di dalam formulir pendaftaran)
  6. Formulir Keikutsertaan, Surat Pernyataan Keaslian Karya, dan Surat Pelepasan Hak Intelektual dilampirkan bersama karya melalui e-mail.
  7. Batas akhir penyerahan karya tanggal 26 Mei 2017 pada jam kerja.
  8. Pada amplop kiri atas, ditulis Lomba Disain Poster Infografis Kesiapsiagaan Bencana
Format Pengiriman Karya
  1. Soft Copy
    Semua berkas dikirim dalam bentuk file .rar dengan memberikan nama file :
    Tanggal Pengiriman_Nama Peserta/ Nama Team_Judul Poster
    Contoh : 14 Maret 2017_Tangguh Team_Kesiapsiagaan Bencana
    File dikirim melalui email panitia lomba kesiapsiagaan bencana
    Dengan subject : Lomba Desain Poster Infographis Kesiapsiagaan 2017
  2. Hard Copy
    Semua berkas dan hasil karya dikirim kepada :
    Panitia Pusat
    Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana
    Direktorat Kesiapsiagaan
    Graha BNPB, Lantai 14
    Jl. Pramuka kav 38
    Jakarta – 13120
Aturan Perlombaan
  1. Panitia akan memilih beberapa karya terbaik untuk masuk nominasi juara, nominasi akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 2017.
  2. Pemilihan karya terbaik akan dipilih berdasarkan penilaian dari tim juri.
  3. Dari nominasi juara akan dipilih Juara Utama.
  4. Untuk kategori juara utama dipilih berdasarkan hasil penilaian tim juri lomba.
Kriteria Penilaian
  1. Orisinalitas
  2. Keterbacaan Data
  3. Estetika
  4. Kesesuaian Tema
  5. Kreatifitas


Contact Person
Panitia Pusat
Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017
Dian        : 081381165665
Susi         : 081381167255
Email       : 
hkbn.bnpb@gmail.com | hkbn@bnpb.co.id
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Direktorat Kesiapsiagaan
Graha BNPB, Lantai 14
Jl. Pramuka kav 38
Jakarta – 13120


DESAIN MASKOT KESIAPSIAGAAN BENCANA



Pendahuluan
Dalam rangka penguatan kesiapsiagaan dan meningkatkan budaya siaga bencana di Indonesia, Badan Nasional Penaggulangan Bencana menginisiasi kegiatan Persiapan Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia setiap tanggal 26 April. Pemilihan tanggal 26 April tersebut merupakan tanggal disahkannya Undang-undang No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Undang-undang ini adalah perangkat hukum pertama di Indonesia yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari tanggap darurat bencana menjadi pengurangan dan pengelolaan risiko bencana. Dalam rangka mendukung kegiatan tersebut, akan dilaksanakan Lomba Kreatifitas Kesiapsiagaan.
Lomba Kreatifitas Kesiapsiagaan terdiri dari :
  1. Lomba Disain Poster Infografis bertemakan Kesiapsiagaan Bencana
  2. Lomba Disain Maskot Hari Kesiapsiagaan Bencana
  3. Lomba Video/Film Dokumenter kegiatan Simulasi/Latihan Kesiapsiagaan Bencana
  4. Lomba Jingle Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana
  5. Lomba foto Dokumenter Kegiatan Simulasi/latihan Kesiapsiagaan Bencana
Lomba Kreatifitas Kesiapsiagaan ini terbuka untuk umum dan berdomisili di Indonesia. Peserta terdiri dari berbagai kalangan baik dari Kementerian/Lembaga; Organisasi Nasional/Daerah; Akademisi, Mahasiswa/Perguruan Tinggi; guru, siswa/sekolah yang terlibat dalam upaya penanggulangan bencana.
Deskripsi
MASKOT merupakan sebuah desain karakter yang digunakan untuk memperkuat dan mempermudah seseorang mengingat sebuah kegiatan kampanye. Maskot sering kali digunakan untuk memeriahkan suasana dalam event atau acara-acara yang dibuat dalam rangka mempromosikan dan mensosialisasikan suatu kampanye. Maskot dibuat (sepasang) dan lebih hidup serta mempunyai nama panggilan yang sesuai dengan karakter dari maskot itu sendiri. Disain maskot mudah diaplikasikan ke berbagai media, dan merupakan karakter yang mudah diterima oleh masyarakat umum.
Tema
MASKOT Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasioanal memiliki tema :
“Membangun Kesadaran dan Kewaspadaan Dalam Menghadapi Bencana”
Karakter
Maskot Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional mencerminkan karakter yang : Menyenangkan, tenang, siaga, tangguh, cepat, bersemangat, menarik, ramah, bersahabat, simple, gotong royong, dan modern.
Warna
Logo mengandung warna merah-orange-biru-putih
Waktu Pelaksanaan/Tanggal Penting
Pembukaan registrasi      : 3 April 2017
Pengumpulan karya        : 8-17 Mei 2017
Batas akhir pengiriman    : 26 Mei 2017
Pengumuman pemenang      : 17 Agustus 2017
Syarat dan ketentuan Umum:
  1. Tema dalam ruang lingkup kesiapsiagaan bencana di Indonesia
  2. Terbuka untuk umum dan bebas biaya pendaftaran
  3. Lomba ini tertutup untuk keluarga besar BNPB dan pihak panitia yang terlibat
  4. Peserta dapat mengirimkan maksimal 2 (dua) desain Maskot
  5. Karya tidak mengandung merek dagang, logo, ciptaan yang dilindungi hak cipta, atau Hak Kekayaan Intelektual dalam bentuk apapun milik pihak lain;
  6. Peserta dianggap gugur bila diketahui melanggar persyaratan dan kecurangan seperti: Plagiat, mencuri hak cipta, dan hal lainnya yang dianggap merugiakan pihak lainnya.
  7. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang berupa karya asli yang sepenuhnya dihasilkan dan dimiliki oleh Peserta sendiri, dan bukan merupakan hasil peniruan, penjiplakan, perbanyakan, plagiat, dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual atas karya milik pihak lain; di mana panitia tidak dapat dikenai pertanggung jawaban dalam bentuk apapun dalam hal timbul klaim atau tuntutan dari pihak manapun;
  8. Peserta sepakat bahwa segala bentuk plagiat dan/atau pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual terkait dengan karya yang diikut-sertakan dalam Lomba ini akan menimbulkan konsekuensi baik perdata maupun pidana sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
  9. Peserta sepakat untuk hanya akan menyerahkan karya desain yang belum pernah diikut-sertakan dalam kompetisi, sayembara dan/atau perlombaan apapun, baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  10. Peserta sepakat bahwa selama berlangsungnya Lomba sampai dengan ditetapkannya Pemenang Lomba, karya desain yang diikut-sertakan tidak akan diumumkan dalam bentuk apapun dan/atau melalui media apapun kecuali atas perintah dan/atau persetujuan tertulis dari panitia, serta tidak akan diikut-sertakan dalam sayembara dan/atau perlombaan lain yang serupa baik yang dilangsungkan di dalam maupun di luar negeri;
  11. BNPB adalah pemegang Hak Cipta dan segala bentuk Hak Kekayaan Intelektual lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, yang mungkin terdapat dalam karya desain yang ditetapkan sebagai Pemenang, di mana kreator dari karya yang dimaksud tetap memiliki hak untuk diakui sebagai pihak yang menciptakan karya tersebut;
  12. BNPB memiliki hak penuh yang tidak dapat diganggu-gugat dan tidak memiliki batasan baik waktu maupun wilayah, untuk mengumumkan, memperbanyak, dan/atau mempergunakan (termasuk namun tidak terbatas mengedit dan memodifikasi) karya pemenang untuk segala kepentingan
  13. BNPB berhak sepenuhnya menggunakan karya yang masuk ke panitia untuk keperluan publikasi dan promosi pihak penyelenggara
  14. Keputusan panitia dan dewan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat dan tidak ada surat menyurat.
  15. Dengan mengikuti kompetisi ini, para peserta dianggap telah menerima dan setuju dengan syarat dan ketentuan dan terikat oleh syarat dan ketentuan tersebut.
Ketentuan Hasil Karya
  1. Karya yang dikirimkan tidak mengandung SARA dan unsur pornografi dan pornoaksi
  2. Teknik pembuatan dan gaya visualisasi bebas, orisinal, terdapat unsur Kesiapsiagaan Bencana di dalamnya.
  3. Desain maskot harus dibuat dalam format CMYK & Vector (Adobe Illustrator/Adobe In-design), PDF atau PSD (dengan resolusi tinggi min. 300 dpi, sehingga desain dapat diperbesar untuk dicetak dalam ukuran besar seperti spanduk, photowall dll.)
  4. Maskot harus dapat dibuat dalam bentuk komik atau tampilan tiga dimensi.
  5. Desain maskot harus dapat terlihat jelas ketika ditampilkan dalam media cetak, layar televisi, layar monitor perangkat elektronik, pakaian maupun media visual lainnya
  6. Disain Maskot tidak harus berbentuk manusia
  7. Desain maskot dibuat sepasang
  8. Karya dalam bentuk desain grafis, bukan materi fotografi dan pornoaksi
  9. Desain maskot wajib dilengkapi dengan penjelasan tentang filosofi serta uraian makna dan maksud desain dan disampaikan dalam format .doc atau .docx atau PDF.
  10. Memenuhi kriteria berikut:
    • Mudah dilihat
    • Mudah diingat
    • Unik dan Menarik
    • Dapat diterapkan keberbagai media
    • Memiliki nama panggilan
    • Setiap disain maskot wajib mencantumkan logo BNPB
    • Mengikuti persyaratan
Ketentuan Pengiriman Karya
  1. Desain Maskot di print berwarna dan di kirim dalam bentuk hardcopy ukuran A3
  2. Melampirkan softcopy Logo dalam bentuk DVD/ Flasdisk
  3. Melampirkan foto kopi/scan kartu pelajar dan atau KTP setiap peserta
  4. Isi formulir pendaftaran yang sudah disediakan (online) di web resmi HKBN dengan alamat http://siaga.bnpb.go.id
  5. Deskripsi singkat Maskot yang diikutsertakan (beri keterangan judul Maskot, nama lengkap, pekerjaan, alamat, nomer telepon/HP, dan email di dalam formulir pendaftaran)
  6. Formulir Keikutsertaan, Surat Pernyataan Keaslian Karya, dan Surat Pelepasan Hak Intelektual dilampirkan bersama karya melalui e-mail
  7. Batas akhir penyerahan karya tanggal 26 Mei 2017 pada jam kerja.
  8. Pada amplop kiri atas, ditulis Lomba Disain Maskot Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional
Format Pengiriman Karya

  1. Soft Copy
    Semua berkas dikirim dalam bentuk file .rar dengan memberikan nama file :
    Tanggal Pengiriman_Nama Peserta/ Nama Team_Nama disain maskot
    Contoh : 14 Maret 2017_Tangguh Team_Siaga
    File dikirim melalui email panitia lomba kesiapsiagaan bencana
    Email : hkbn.bnpb@gmail.com | hkbn@bnpb.go.id
    Dengan subject : Lomba Desain Maskot Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017
    &nbs
  2. Hard Copy
    Semua berkas dan hasil karya dikirim kepada :
    Panitia Pusat
    Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2017
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana
    Direktorat Kesiapsiagaan
    Graha BNPB, Lantai 14
    Jl. Pramuka kav 38
    Jakarta – 13120

4 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menyambut Ramadhan

Waktu memiliki sifat terus berjalan, jam demi jam terus melaju tanpa seorang pun dapat menghentikannya, dan tidak ada satu orang pun diantara kita yang bisa menghentikan waktu walau hanya sedetik.

Tanpa terasa bulan sekarang (dalam kalender Hijirah) sudah memasuki bulan Sya’ban, itu pertanda bahwa bulan depan  kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan penuh pahala dan bulan penuh kebaikan.

Bagaimana pun keadaan kita, apakah kita siap atau tidak siap, maka bulan Ramadhan pastilah akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, karena dengan persiapan tentu saja hasilnya akan lebih baik. Berbicara tentang persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan. Berikut beberapa persiapan yang harus kita persiapkan, yaitu:

1.    Persiapan Ruhiyah (Keimanan)
Rasulullah saw, mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a menjelang Ramadhan, yaitu:  (ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan).
Persiapan secara keimanan berupa pengendalian diri sejak sekarang untuk tidak melakukan maksiat, seperti menjaga pandangan dan lain-lain. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri pada bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga ibadah shaumnya jadi sempurna.

2.    Persiapan Jasadiyah (Jasmani)
Ramadhan adalah bulan ketika kita melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan ketika tiba bulan Ramadhan dan kita dalam kondisi sakit, maka kita tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara berolah raga secara rutin serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.

3.    Persiapan Tsaqafiyah (Keilmuan)
Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).
Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan/Shaum.

4.    Persiapan Maaliyah (harta)
Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi adalah untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

Semoga ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dengan persiapan yang lebih matang. Amiin


Oleh: Yayan Somantri, CHt

Cara Mendapatkan Sponsorship

Strategi Bekerjasama dengan Sponshor1
Oleh : Basuki2
Sponsor  menjadi istilah yang cukup dekat dengan penyelenggara kegiatan. Hampir di semua kegiatan  yang membutuhkan pendanaan besar tidak pernah melupakan pihak yang satu ini. Sponsor merupakan perorangan/instansi/perusahaan yang turut serta membantu memperlancar kegiatan dengan bentuk yang bisa dikonversikan dalam bentuk uang. Keberadaaan sponsor menjadi penting mengingat tidak semua kebutuhan kegiatan bisa diupayakan sendiri. Bahkan terkadang sponsor bisa menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan.
Untuk mendapat dana tunai dari sponsor mungkin agak sulit bagi kegiatan perdana atau bagi lembaga yang belum dikenal. Positioning sebuah kegiatan menjadi faktor penentu dalam menarik sponsor. Kegiatan yang sudah terkenal, berlangsung lama dan mempunyai reputasi yang bagus memiliki kecenderungan lebih mudah mendapatkan sponsor. Dalam hal ini keandalan bernegosiasi menjadi penting. Cara efektif untuk menyiasati itu salah satunya dengan melakukan barter. Lazimnya, calon sponsor akan lebih respect jika sponsorship dilakukan secara barter promosi.
Saat ini banyak sekali penyelenggara kegiatan masih melihat pencarian sponsor semata-mata sebagai aktivitas penggalangan dana untuk mendukung acara yang dibuat. Padahal kini sponsorship telah berubah menjadi sebuah bentuk kerjasama kemitraan pemasaran antara perusahaan penyelenggara kegiatan dengan perusahaan sponsor. Apabila kita tidak siap menjadi bagian dari jalinan kemitraan upaya pemasaran yang saling menguntungkan, kegiatan sponsorship yang kita bina akan gagal, mungkin saja kita berhasil mendapatkan sponsor, tapi akan gagal mempertahankan hubungan kerjasama untuk jangka panjang.
Saat ini pekerjaan untuk mencari sponsor telah berubah secara drastis. Hal ini dipicu terutama oleh meningkatnya harapan dari para sponsor. Mereka ingin kegiatan sponsorshipnya dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencapai berbagai sasaran sekaligus, dengan mengintegrasikan sponsorshipnya ke dalam beragam aktivitas pemasaran lain. Mereka ingin sponsorshipnya benar-benar dapat menghubungkannya dengan pasar sasaran. Dalam jangka panjang, para sponsor tidak tertarik diasosiasikan dengan kegiatan yang disponsorinya. Mereka ingin membangun hubungan dengan pasar sasaran sampai pada tingkat hubungan personal, memperkuat hubungan tersebut dan menciptakan tingkat relevansi yang tidak dapat dicapai oleh media pemasaran seperti televisi, radio atau surat kabar.
Dengan demikian, tugas pencari sponsor telah berubah dari ibarat sebagai pengibar bendera menjadi pipa penyalur, dengan menawarkan beragam manfaat dan peluang yang dapat membantu sponsor mencapai tingkat hubungan tertentu dengan pasar sasarannya. Saat ini para sponsor juga mengharapkan agar kita membantu mereka memahami lebih mendalam mengenai para pengunjung acara yang kita selenggarakan. Mereka bukan sekedar ingin tahu tentang umur dan jenis kelamin para pengunjung, tetapi mereka juga ingin tahu mengapa orang-orang tersebut mau untuk datang ke acara kita, apa yang menjadi daya tarik utamanya. Para sponsor juga ingin dapat memperbaiki atau meningkatkan pengalamannya.
Ini berarti kita sebagai pencari sponsor dituntut bekerja lebih keras lagi. Sponsor dapat dengan mudah pindah ke berbagai kegiatan yang berbeda. Oleh karena itu, penyelanggara kegiatan tidak dapat mengandalkan pendapatan dari sponsor dalam bentuk bantuan dana. Model baru dari sponsorship didasarkan pada kemitraan. Sponsorship yang didasarkan pada kemitraan mampu memberikan beragam jenis hasil yang menyebabkan sponsor manapun sulit untuk meninggalkan kerjasama kemitraan tersebut.
Siapa saja yang berpeluang menjadi sponsor acara kita? Jawabannya adalah semua lembaga/perusahaan yang sedang membutuhkan promosi dan sedang mencari mitra kerjasama dalam mengerjakan program kerja perusahaan. Mari kita lihat peluang sponsor di 3 (tiga) sektor kehidupan:
a. Public sector
1)      Instansi pemerintahan memiliki alokasi anggaran untuk membantu meningkatkan kualitas masyarakat baik dalam hal fisik maupun non fisik. Tingkat kabupaten, propinsi maupun nasional.
2)      Pemerintah memiliki program kerja. Pada beberapa program kerja selalu melibatkan masyarakat sebagai partner
b. Private sector
1)      Penulis yang sedang mempromosikan tulisannya. Mengundang mereka biasanya free akomodasi dan transportasi
2)      Penerbit yang sedang mempromosikan buku terbitan terbarunya
3)      Perusahaan yang sedang promo produk baru
4)      Perusahaan yang sedang membuka kantor cabang baru
5)      Perusahaan memiliki Corporate Sosial Responsibility (CSR) ditujukan untuk kegiatan sosial dan non profit
6)      Bank memiliki dana-dana sosial untuk pemberdayaan masyarakat
7)      Setiap perusahaan  selalu memiliki anggaran dana promosi
8)      Perusahaan yang sedang berkembang dan akan melakukan ekspansi pasar
9)      Perusahaan teman satu organisasi
3. Third sector
1)      Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah. Lembaga sosial non profit memiliki alokasi anggaran berbagai macam bidang garap. Caranya aksesnya dengan menjadi mitra kerja.
2)      Lembaga Sosial memiliki program kerja dan pada beberapa program membutuhkan kerjasama dengan pihak lain
Bentuk-bentuk kerjasama yang bisa dilakukan dengan pihak sponsor adalah sebagai berikut :
  1. Bantuan dana berupa uang tunai
  2. Barter produk dengan media promosi : radio, koran, majalah, televisi
  3. Support pembicara.  Bisa jadi pembicara diambilkan dari lembaga sponsor atau sponsor bertanggung jawab mencarikan pembicara dari lembaga jaringannya sponsor
  4. Support  akomodasi (hotel/cathering)
  5. Potongan harga misal percetakan, cathering
  6. Souvenir misal  kaos, kenang-kenangn
  7. Kerjasama program melaluia MoU
  8. Diskon produk perusahaan
Saat kita ingin bekerjasama dengan orang lain tentunya harus saling membutuhkan. Seperti yang sudah disampaikan di awal, bahwa pihak sponsor selalu menginginkan manfaat bukan sebaliknya. Oleh karena itu, anda juga perlu tau apa saja yang dipertimbangkan oleh sponsor dan bagaimana caranya agar sponsor tertarik dengan kegiatan yang anda kerjakan. Perlu diperhatikan beberapa hal ini :
  1. Siapa yang akan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Hal ini sangat penting, karena kredibilitas penyelenggara akan mempengaruhi keputusan pemberi sponsor. Jika penyelenggara sudah pernah membuat suatu kegiatan dan kegiatan tersebut berakhir dengan sukses maka pihak sponsor tidak segan-segan untuk memberikan bantuan, baik berupa produk maupun dana.
  2. Jenis Kegiatan. Hal ini berkaitan dengan pengambilan keputusan pihak sponsor apakah kegiatan yang dilakukan akan berkaitan erat dengan produk yang dihasilkan sponsor. Sebagai contoh, kegiatan seminar tentang pengobatan herbal dapat disponsori oleh perusahaan jamu atau minuman herbal. Seminar berkorelasi positif terhadap budaya masyarakat untuk mengkonsumsi produk perusahaan dan perusahaan berkesempatan untuk memberikan produk knowledge. Sedangkan perusahaan properti atau perusahaan mobil mewah mungkin tidak begitu tertarik untuk mendanai kegiatan semacam ini.
  3. Peserta dan penonton. Pihak sponsor akan tertarik, jika jumlah perkiraan peserta dan penonton serta target penonton dicantumkan di dalam proposal. Jumlah keduanya akan menjadi target pemasaran bagi para sponsor untuk memperkenalkan atau memasarkan produk mereka.
  4. Media yang digunakan sebagai sarana publikasi. Apa yang diingan sponsor, itu yang diberikan. Saat ini pihak sponsor rata-rata menginginkan produknya bisa dikenal oleh masyarakat bukan? Oleh karena itu, sediakan sarananya. Bisa publikasi visual, audio atau audio visual. Media visual bisa berupa spanduk rentang, backdrop, baliho, pamflet, flyer, rontek. Bisa juga dalam bentuk audio seperti radio atau audio visual seperti televisi.
Salah satu perangkat vital dalam bekerja sama dengan sponsor adalah proposal. Proposal memberikan gambaran tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Proposal yang baik adalah yang bisa menjelaskan secara terperinci dan utuh bahkan meski tanpa penjelasan dari penyelenggara kegiatan.
Coba bayangkan diri Anda seorang CEO atau Direktur Pemasaran dari sebuah perusahaan. Dimana Anda duduk di sebuah dalam ruangan khusus Anda. Didepan Anda ada meja kerja yang dilengkapi dengan komputer dan disisi lain ada tumpukan kertas yang bukan lain adalah tumpukan proposal pengajuan kerjasama yang perlu Anda pelajari dan diambil keputusan, mana yang akan ditindaklanjuti. Dalam kondisi ini, kira-kira proposal seperti apa yang akan Anda ambil dari puluhan proposal yang ada ? “proposal yang menarik”, “proposal yang unik”, dan “proposal yang tidak terlalu tebal”.
Proposal sponsor setidaknya bisa memuat konsep 5 W &  1 H : What, Why, When, Where, Who, dan How. Selain itu perlu diperhatikan beberapa materi penting seperti dibawah ini:
  1. Tujuan diselenggarakan acara
  2. Keterangan mengenai acara
  3. Alasan mengapa memerlukan sponsor
  4. Media yang akan dipakai untuk mempromosikan acara
  5. Schedule dan action plan acara
  6. Apa yang bisa diberikan oleh pihak penyelenggara kepada pihak sponsor sebagai ganti sponsorship yang diberikan. Berikan contoh-contohnya. Misalnya pencantuman logo di banner, lebih baik dibuatkan contoh design banner dengan logo sponsor yang bersangkutan, atau mungkin anda bisa menyediakan waktu khusus selama beberapa menit untuk mereka mempromokan kegiatan mereka.
  7. Lampiran gambar, video atau kliping koran dari kegiatan- kegiatan yang pernah dilakukan.
  8. Sertakan contact person dari kegiatan tersebut, yang mengerti dengan baik tentang detail acara tersebut.
Menyampaikan proposal saja belum cukup untuk membuat calon sponsor tertarik. Karena proposal yang masuk bukan hanya milik kita saja. Selalu ada persaingan untuk mendapatkan kerjasama dengan pihak sponsor. Bisa jadi dalam 1 bulan ada 5-10 proposal yang masuk untuk meminta kerjasama sponsorship. Oleh karena itu perlu cara lain untuk meyakinkan calon sponsor agar bersedia bekerjasama dengan kita.
Setiap orang lebih percaya kepada orang yang sudah dikenal daripada orang yang belum dikenal. Apalagi orang-orang yang memiliki kesan positif. Demikian juga dengan calon sponsor, mereka akan melihat siapa orang yang merekomendaikan. Jadi sebelum menghubungi calon sponsor, cari informasi siapa orang yang dikenal oleh calon sponsor dan bisa bisa memberikan rekomendasi. Dengan demikian setidaknya 50 % keberhasilan sudah di tangan.
Calon sponsor juga perlu diyakinkan dengan tatap muka secara langsung. Caranya adalah dengan presentasi. Cara ini fungsinya untuk meyakinkan kepada calon sponsor bahwa kegiatan kita memang pantas untuk didukung dan kebutuhan promosi produk mereka dapat terpenuhi. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan presentasi sebagai berikut :
  1. Buat janji dengan calon sponsor. Usahakan bisa bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan/cabang perusahaan.
  2. Kuasai bahan dan bersiaplah untuk menerima penolakan dan kritikan sebelum mendapat sambutan positif. Apapun kegiatan yang anda selenggarakan, yakinkan itu adalah kegiatan yang terbaik.
  3. Datang tepat waktu dan lakukan komunikasi informal dengan penerima tamu. Sampaikan identitas organisasi dan berikan kartu nama.
  4. Berlatih sebelum waktu presentasi
  5. Berpakaian yang rapi dan pantas
  6. Sediakan satu kopi proposal untuk pihak sponsor
  7. Singkat, menarik dan padat, presentasi tidak perlu terlalu detil, karena detil acara sudah ada didalam proposal. Pada waktu persentasi sebaiknya lebih ditekankan pada personal approach dan lebih menerangkan hal-hal yang menitikberatkan pada kepentingan pihak sponsor daripada pihak penyelenggara kegiatan.
  8. Tinggalkan nomor telepon yang mudah dihubungi oleh pihak sponsor (kalo bisa kartu nama).
  9. Tanyakan kapan bisa di-follow up. Setelah itu follow up via telephon.
Setelah kesepakan kerjasama tercapai, tepati janji pada pihak sponsor pada waktu penyelenggaraan kegiatan. Berikan yang terbaik kepada pihak sponsor sehingga tidak ada yang merasa dikecewakan. Ini karena akan berkaitan dengan image lembaga penyelenggara. Sebisa mungkin undanglah mereka untuk datang ke acara kita, biasanya hal tersebut akan membuat kita lebih baik di mata mereka.
Berikan laporan setelah kegiatan dan cantumkan semua bukti-bukti kegiatan dan pelaksanaan janji kepada sponsor dan jangan lupa untuk menyertakan bukti seperti foto dari logo mereka di banner, spanduk, dsb. Hal terakhir ini sangat penting, karena kebanyakn kita, habis manis sepah dibuang. Tidak memberikan laporan setelah mendapat dana atau barang. Sekali lagi jangan lakukan hal itu!! Berilah Laporan kegiatan dan sebaiknya anda beraudiensi dengan pihak sponsor tentang jalannya kegiatan tersebut. Ucapkan terimakasih kepada mereka, minta waktu luang untuk sekedar berkunjung. Buatlah kesan positif kepada sponsor, dan jangan berfikir kerjasama hanya dilakukan saat itu saja.  Sampaikan program – program lain yang memungkinkan untuk dikerjasamakan dengan pihak sponsor. Dengan demikian maka anda sudah mendapatkan mitra kerjasama jangka panjang.
Keterangan :
1 Makalah ini ditulis untuk materi dalam acara Pelatihan Public Relation pada tanggal 26 Juli 2010 di gedung Ki Hajar Dewantoro FISE UNY
2 Penulis adalah Marketing PT. ISES Consulting Indonesia, Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan managemen UKM dan  LKM serta penjualan software keuangan


sumbe : https://pakdheuky.wordpress.com/2010/07/24/cara-jitu-mendapatkan-sponsor-kegiatan/

Minggu, 16 April 2017

MENGENAL PITA MAHIR PEMBINA PRAMUKA

Mengenal pita mahir pembina pramuka. Bagi pramuka bisa dipastikan sering kali melihat kakak-kakak pembina mengenakan pita berwarna biru dengan strip warna hijau, merah, kuning, atau coklat di tengahnya. Dikenakan melingkar di bawah kerah baju dan di bawah setangan leher. Ya, itulah yang dinamakan sebagai pita mahir pembina pramuka. Apa sebenarnya pita mahir itu?. Dan siapa yang berhak memakaianya, kapan memakaianya, dan bagaimana cara mengenakannya?

Pita mahir merupakan pita yang diberikan kepada para pembina pramuka yang telah menyelesaikan (lulus) Kursus Pembina Mahir Lanjutan (KML) dan telah menyelesaikan Narakarya 2. Pita mahir pembina diserahkan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.

Sedangkan KML (Kursus Mahir Lanjutan) merupakan jenjang kedua pelatihan dan pendidikan bagi para pembina pramuka setelah Kursus Mahir Dasar (KMD). Materi dalam KML dititikberatkan pada praktek membina satuan (golongan peserta didik pramuka). Dalam artian ada KML Siaga (KML untuk pembina pramuka siaga), KML Penggalang, KML Penegak, dan KML Pandega. Setelah lulus KML seorang pembina melakukan masa pemantapan untuk membina di satuannya selam 6 bulan atau yang disebut sebagai Narakarya II. Setelah menyelesaikan Narakarya II inilah, seorang pembina pramuka berhak memperoleh pita mahir.

Pita mahir embina pramuka
Pembina pramuka mengenakan pita mahir

Sehingga bisa dikatakan pita mahir pembina ini layaknya tanda kecakapan bagi pembina pramuka. Layaknya TKU, TKK, dan Tanda Pramuka Garuda bagi peserta didik (anggota pramuka muda). Jika TKU didapatkan setelah pramuka menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum, TKK diperoleh setelah menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus, dan Tanda Pramuka Garuda diperoleh setelah menyelesaikan Syarat Pramuka Garuda, maka pita mahir diperoleh setelah menyelesaikan KML dan Narakarya II.

Bentuk dan Jenis Pita Mahir

Pita mahir berbentuk pita berwarna biru di kedua sisinya dan garis tengah sewarna dengan kode warna golongan pembina masing-masing. Pembina mahir siaga mengenakan pita mahir dengan warna tengah hijau, pembina mahir penggalang mengenakan pita mahir dengan warna tengah merah. Pun pembina mahir penegak mengenakan pita mahir dengan warna tengah kuning sedangkan pembina mahir pandega mengenakan pita mahir dengan warna tengah coklat.

Pita mahir pembina pramuka
Pita mahir pembina pramuka untuk berbagai golongan

Cara Mengenakan Pita Mahir

Pita mahir dikenakan pada pakaian seragam pramuka. Mengenakannya dengan melingkarkan di bawah kerah baju dan di bawah setangan leher pramuka. Pemakaiannya pada seragam pramuka adalah sebagai "tanda harian" atau digunakan saat kegiatan harian pramuka seperti latihan dan kegiatan pramuka lainnya. Sedangkan saat upacara pembina mahir tidak menggunakan pita mahir dan menggantinya dengan selendang mahir.

Apa itu selendang mahir? Di lain kesempatan akan dibahas tuntas. Sekarang yang paling penting kita sudah memahami 'benda' apa yang dikenakan pada seragam pramuka para pembina kita. Dan dari pita mahir tersebut kita pun bisa mengetahui, apakah pembina itu pembina siaga, pembina penggalang, pembina penegak, pembina pandega atau malah belum lulus Kursus Pembina Mahir Lanjutan.

http://pramukaria.blogspot.co.id/2014/01/mengenal-pita-mahir-pembina-pramuka.html

SEKILAS TENTANG KMD DAN KML

Salam Pramuka!

Salah satu jenjang pendidikan dan pelatihan dalam Gerakan Pramuka bagi anggota dewasa adalah Kursus Mahir bagi para Pembina. Kursus ini terdiri atas dua jenjang yaitu: Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan (KML).

KMD diperuntukkan bagi para Pembina Gugusdepan atau Calon Pembina Gugusdepan, Anggota Mabi, Andalan Kwartir, dan Orang Dewasa lainnya yang telah atau pernah menjadi anggota Pramuka baik Siaga, Penggalang, maupun Penegak/Pandega dan memiliki kemauan untuk menjadi seorang Pembina Pramuka.

Setiap lulusan KMD wajib melaksanakan masa pengembangan yang disebut Narakarya I. Pada tahap ini lulusan KMD wajib mempraktekkan apa yang telah didapatkan dari KMD pada Gugusdepannya didampingi oleh Pelatih Pembina. Masa Narakarya I ini minimal dilaksanakan selama 6 bulan dan bagi Pembina yang telah melaksanakan masa pengembangan ini berhak mendapatkan Surat Hak Bina (SHB) dan dapat mengikuti jenjang Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan (KML).

Pada jenjang KML, lulusan KMD akan memilih spesialisasi yakni Pembina Siaga, Pembina Penggalang, Pembina Penegak, atau Pembina Pandega. Lulusan KML juga wajib melakukan masa pemantapan yang disebut Narakarya II. Pada tahap ini seorang Pembina melakukan pemantapan pada satuan yang menjadi binaannya minimal 6 bulan dan didampingi oleh Pelatih Pembina. Setelah melaksanakan Narakarya II Pembina dapat dikukuhkan menjadi Pembina Mahir oleh Pusdiklacab dan mengenakan Selendang Mahir dan Pita Mahir sesuai dengan golongannya yaitu Mahir Siaga, Mahir Penggalang, Mahir Penegak, atau Mahir Pandega.

KMD dan KML dilaksanakan oleh Pusdiklacab dan kedua tingkatan Kursus Pembina ini merupakan dua jenjang yang saling berkesinambungan dan melengkapi.



Sekian sekilas tentang alur KMD dan KML bagi para Pembina Pramuka.

SUMBER : http://stefanussuletandi.blogspot.co.id/2015/11/sekilas-tentang-kmd-dan-kml.html

Rabu, 12 April 2017

KAMIS ROMANTIS

Kamis sebelum berangkat menjalani kegiatan seperti biasa menjadi Proxtor UNBK 2017 saya merasa menjadi suami romantis dengan mencium kening istri setelah sholat shubuh . udah gituu aja.. jangan sirik yaa klo belum nikah belum boleh tong.. hehee

Karya Spanduk dan Twibbon Pakai Coreldraw dalam rangka Hari Pahlawan Tahun 2021

https://twb.nz/haripahlawansman1ciktim